Mulai 2 Januari 2024 mendatang, uji KIR bagi Kendaraan Bermotor yang wajib menjalani Uji KIR bakal bebas biaya retribusi alias GRATIS.

Adapun kebijakan penghapusan ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Uji KIR merupakan serangkaian pengujian atau pemeriksaan bagian-bagian kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Kendaraan yang wajib melakukan Uji KIR adalah kendaraan niaga atau kendaraan yang mengangkut penumpang umum dan barang, seperti Pick Up, Bus, semua jenis Truck dan angkutan umum lainnya.

Sementara itu, untuk proses pengujian kendaraan dalam Uji KIR terdiri dari serangkaian yang meliputi pra uji, uji emisi gas buang, uji kolong, uji lampu, uji kedalaman alur ban, uji rem, uji spedometer dan uji kebisingan.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor, disebutkan Uji KIR dilakukan setahun setelah Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) diterbitkan. Setelah itu, Uji KIR harus dilakukan 2 kali dalam 1 Tahun, Karena masa berlaku hasil Uji KIR hanya 6 bulan saja.